Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kepenulisan

TEMUKAN IDE TULISAN DALAM SARANG LABA-LABA! 

Gambar
TAK disangka akhirnya saya bertemu juga dengan sosok yang menjadi mentor saya dalam dunia jurnalistik, tepatnya dunia kepenulisan. Sebetulnya saya sudah mengenal dunia kepenulisan ini sejak SMP atau MTs pada 1996-1999 di Pondok Pesantren Nurul Hakim, Kediri, Lombok Barat-NTB.  Tapi mulai mengenal lebih mendalam di saat saya kuliah di Bandung. Maka di awal tulisan ini saya perlu menyampaikan terima kasih banyak kepada salah satu senior saya Kang Kelik Nursetiyo Widiyanto (Kang Kelik) yang telah mengenalkan kepada saya sebuah dunia yang tergolong baru bagi saya yaitu dunia jurnalistik, pada 2004 silam.  Ketika itu saya menghadiri acara Pelatihan Jurnalistik yang diadakan oleh sebuah organisasi mahasiswa yang bertempat di halaman atau taman kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang saat itu masih berstatus Institut atau IAIN.  Salah satu rumusan ide menulis yang saya selalu saya ingat hingga kini dari pelatihan tersebut adalah menggali ide melalui rumusan sar...

KEDAULATAN PRIBADI PENULIS 

Gambar
SAYA mendalami Pemilu, baik Pilpres dan Pileg maupun Pilkada sejak 2008 hingga saat ini. Bukan sebagai politisi dan konsultan politik. Tapi sebagai warga biasa. Sebab saya bukan politisi dan bukan konsultan politik.  Bila pun tulisan saya masih terkait dengan isu-isu politik, itu karena momentum saja. Di samping memang karena saya langganan membaca berbagai media online. Bahkan berlangganan koran. Sesederhana itu. Selain tema politik, saya juga menulis tentang tema lain. Isu-isu terkini seputar pendidikan, penegakan hukum, korupsi, kebijakan publik, otonomi daerah, fenomena sosial dan berbagai hal yang saya telisik. Termasuk isu sosial dan praktik keagamaan.  Selebihnya catatan atau coretan harian yang semuanya bisa dibaca oleh siapa saja di facebook dan blog saya. Setiap hari insyaa Allah ada. Walau untuk beberapa hari tertentu kadang terlewat. Tulisan saya bukan saja boleh dibaca, dicopy paste juga boleh. Harapannya, semoga bermanfaat! Saya menulis bebas t...

BIARKAN MEREKA JIJIK! 

Gambar
HIDUP di dunia memang penuh cerita. Ada suka juga duka. Kadang menangis, juga tersenyum. Ada yang senang diceritakan, ada pula yang tak nyaman dibagi. Semuanya datang silih berganti. Bahkan mungkin bertubi-tubi.  Pada saat kita berproses menuju kesuksesan, begitu banyak yang jijik dan tidak mengaku sebagai keluarga dan teman dekat kita. Bahkan mereka turut bertepuk tangan di saat kita menderita dan tertatih-tatih untuk menjemput kesuksesan.  Kita pun seperti sosok yang tak dirindukan. Mungkin bagi mereka, kita adalah beban hidup dan sosok yang tak pantas dilihat. Atau bahkan nama kita tak pernah mereka sebut. Atau mungkin mereka enggan mendoakan kita agar selalu terbimbing pada jalan yang benar dan sukses dalam menjalani kehidupan.  Tapi di saat kita meraih berbagai kesuksesan, mereka yang dulunya jijik dan tidak mengaku sebagai keluarga dan sahabat dekat kita itu, tiba-tiba menjadi baik dan begitu percaya diri menempatkan kita sebagai keluarga dan teman de...

BIARKAN SURAT KABAR JADI SAKSI! 

Gambar
KADANG ada yang bertanya, "Bung, tulisannya banyak tapi kalau ke mana-mana masih jalan kaki dan tidak pakai mobil mewah?". Ada juga yang bilang, "Banyak menulis tapi rumah begitu-begitu saja." Dan masih banyak lagi yang bertanya dan mengungkapkan berbagai macam pernyataan.  Ada lagi yang seru. Tak sedikit yang mengira saya berbadan besar dan tinggi lalu berwajah tampan. Ada juga yang mengira saya punya rumah berlantai sekian, punya mobil beragam jenis dan merek. Bahkan ada juga yang mengira saya punya fasilitas untuk menulis sangat lengkap dan serba mewah.  Padahal saya tidak seperti yang mereka kira. Jauh banget malah. Cuma memang kelihatannya begitu. Padahal ke mana-mana saya sering jalan kaki. Karena memang saya sudah biasa begitu. Apalagi saya terbiasa main futsal, jalan kaki pun jadi terbiasa dan nyaman saja.  Laptop dan Handphon atau HP saya yang biasa dipakai untuk menulis, termasuk untuk menulis tulisan ini pun tergolong jadul alias sudah tida...

BERKOLABORASI UNTUK MENULIS BUKU BARU 

Gambar
Alhamdulillah hari ini Kamis 25 Juni 2020 saya bisa silaturahim dengan Pak Dr. Wawan Ahmad Ridwan, M.Ag, senior sekaligus Dosen IAIN Syeikh Nurjati Cirebon di sebuah rumah makan di Jl. Perjuangan, Kota Cirebon-Jawa Barat. Satu pertemuan yang benar-benar saya harapkan dan bermanfaat.  Kebetulan saya sudah lama mengenal beliau dan beberapa kesempatan pernah bertemu dalam beragam forum. Termasuk kerap mendengar materi beliau dalam berbagai kesempatan, baik pada saat beliau jadi khotib khutbah Jumat dan Shalat Id maupun ceramah ramadhan dan sebagainya.  Pertemuan kali ini tak seperti biasanya. Awalnya saya hendak bertemu beliau karena memang saya butuh. Kebetulan saya sedang mempersiapkan naskah buku saya yang ke 27 untuk terbit alias naik cetak. Judulnya "Melahirkan Generasi Unggul". Saya memohon beliau berkenan memberi komentar singkat atau testimoni. Akhirnya beliau bersedia dan beliau sendiri malah yang mengundang saya untuk bertemu secara langsung.   Perte...

90 HARI BERHASIL MENULIS 360 ARTIKEL 

Gambar
MENULIS memang butuh niat, tekad, target, fokus, disiplin dan kerja keras. Di samping sabar, telaten dan komitmen. Walaupun masih dalam tahap belajar, itulah yang saya alami dan rasakan selama 90 hari atau 3 bulan terakhir ini. Benar-benar pengalaman yang tak terlupakan. Selamanya bakal saya ingat.  Sekadar berbagi cerita, sejak 23 Maret 2020 hingga hari ini 23 Juni 2020 atau selama 90 hari alias 3 bulan terakhir ini saya sudah menulis sebanyak 360 artikel. Berita baiknya, semua tulisan tersebut pernah dimuat di beberapa surat kabar, media online dan blog juga akun facebook saya.  Tema tulisan pun beragam. Dari keagamaan, pendidikan, sosial-politik seperti pilkada serentak, kepemudaan, kebijakan publik, covid-19, anggaran berupa APBN dan APBD, Dana Desa, Bantuan Langsung Tunai akias BLT, kisah inspiratif, seputar kondisi keluarga, dan masih banyak lagi. Termasuk beberapa tulisan sebagai respon saya atas tulisan orang lain di luar sana yang layak direspon.  ...

RAJIN MENULIS, LAHIRKAN CIRI KHAS TULISAN! 

Gambar
KEMAJUAN dan perkembangan dunia informasi dan komunikasi beberapa tahun terakhir benar-benar menggiurkan. Tumbuh dan kembangnya berbagai media sosial juga sungguh fantastis. Bila dulu kenyataan semacam itu terjadi hanya di kota, kini sudah mulai merambah ke kampung-kampung di seluruh pelosok Indonesia. Mereka yang pada awalnya asing dengan dunia maya kini jadi akrab. Setiap orang pun rerata memiliki Handphon atau HP. Dengan memiliki HP seseorang bisa mengakses berbagai aplikasi dan fitur. Bisa membaca berbagai tulisan, menonton berbagai video dan melihat berbagai foto. Setiap orang pun seperti dipaksa untuk memiliki akun media sosial. Dari blog dan instagram alias IG hingga WhatsApp dan Facebook. Termasuk Youtube yang akhir-akhir ini semakin digandrungi oleh banyak kalangan. Dan masih banyak lagi jenis media sosial lainnya. Adanya berbagai akun media sosial mendorong siapapun untuk menulis setiap hari. Dari status harian, komentar, ungkapan hikmah, perbincangan group...

PUBLISH OR PERISH! 

Gambar
KETIKA masa kuliah di UIN Sunan Gunung Djati Bandung (UIN SGD Bdg) tahun 2000-an saya kerap mendengar ungkapan yang sangat provokatif, yang membuat saya menjadi semakin cinta dengan aktivitas kepenulisan.  Apa itu? Publish or Perish. Padahal saya bukan penulis, tapi merasa selalu tertampar dan terprovokasi dengan ungkapan tersebut. Tamparannya keras, provokasinya deras. Bukan sekali tapi berkali-kali.  Ya, dalam dunia akademis dan kepenulisan, perkataan, Publish or Perish, kerap “memanasi” telinga banyak orang, termasuk saya dan mungkin juga Anda. Iya, kan? Tapi ini panasnya beda dari yang lain. Panasnya bikin semangat menulis semakin menjadi-jadi.  Intinya sederhana : terbitkan gagasan kita atau kita lenyap begitu saja. Maka, menulis buku, novel, artikel, essay, puisi dan serupanya, misalnya, memiliki nilai eksestensial tersendiri, yang membuat penulisnya merasa lebih hidup bermakna atau bermakna dalam hidupnya. Karena menulis dapat memberi efek semaca...

KARENA MENULIS TIDAK SEKADAR KATA-KATA! 

Gambar
BAGI saya, pembaca adalah raja, hakim, penasehat dan motivator. Sebab di saat atau setelah mereka membaca tulisan saya, mereka begitu berani, ikhlas, jujur dan terbuka dalam mengomentari tulisan saya. Mungkin terkesan berlebihan, tapi itu konsekwensi yang mesti saya terima.   Bagi saya, pembantaian atau pembegalan  pembaca atas tulisan saya, baik dalam bentuk buku, artikel di Media Massa seperti Surat Kabar dan Majalah, serta tulisan lepas di Media Online juga Media Sosial adalah masa-masa indah yang selalu saya ingat dan nanti. Suatu momentum yang menegangkan sekaligus menyenangkan.  Dengan begitu, saya pun semakin tak puas dengan satu karya tulis yang saya tulis. Saya dipicu dan dipacu untuk terus menghadirkan tulisan yang lebih bernyawa dan bergizi. Saya semakin berupaya untuk belajar berbenah dalam menghadirkan tulisan dalam beragam jenis dan temanya.   Pujian atas tulisan, pada sisi tertentu memang menambah semangat saya untuk terus menulis. Itu s...

MARI NGE-GOBLOG, JANGAN GOBLOK! 

Gambar
MENULIS adalah salah satu aktivitas paling lama yang dilakoni hampir semua orang dalam kehidupannya. Walau menulis sebagai profesi mungkin tak selalu lama, namun secara umum semua orang sudah mengenal bahkan bisa menulis sejak lama.   Sekian tahun terakhir berbagai media massa dan media online menjamur bagai jamur di musim hujan. Media sosial juga begitu. Hampir semua orang pun punya akun media sosial. Ada Facebook, Instagram, WhatsApp, Line dan sebagainya.  Selain itu, salah satu yang menjadi trend dan diminati oleh banyak orang adalah menjadi blogger dengan mengandalkan media website blog atau blog sebagai media utama. Bukan saja untuk membagi tulisan tapi juga untuk menyimpan berbagai foto menarik atau cerita yang punya nilai historis dan kenangan tersendiri.  Maka nge-blog atau memiliki blog pun menjadi sesuatu yang dilakoni. Berita baiknya, yang go to blog atau yang saya sebut dengan "nge-goblog" bukan saja mereka yang suka menulis dan traveling, tapi ...

TEKNIS MENULIS PRAKTIS 

Gambar
SETIAP seseorang yang hendak terjun ke dunia kepenulisan biasanya ingin sekali agar segera bisa menulis dan punya karya tulis yang layak dipublikasi. Hal ini tentu sebuah keistimewaan tersendiri. Sebab ia sudah punya motivasi, semangat dan tujuan yang tepat.  Untuk itu, tentu ia membutuhkan teknik yang memudahkannya dalam memulai dan menuntaskan sebuah tulisan. Beberapa poin berikut merupakan sebagian teknik yang bisa dipilih agar seseorang bisa segera menulis dan menutaskan sebuah tulisan.  PERTAMA, mulailah dari sesuatu yang disukai. Menulis itu adalah aktivitas yang dilakukan berdasarkan selera alias suka-suka kita. Karena itu maka memulainya mesti diawali dengan yang memudahkan bagi kita untuk menjelaskan atau menjabarkannya.  Saya sendiri, hampir untuk semua tulisan saya, merupakan tema-tema yang saya sukai. Saya mulai dengan kata yang saya. Pada tulisan bertema kepenulisan saya mulai dengan kata yang sesuai dengan dunia kepenulisan. Begitu juga tema p...

KUNCI MENULIS

Gambar
TULISAN berikut ini adalah upaya berbagi pengalaman dan semangat bagi siapapun untuk menekuni dunia kepenulisan hingga kelak punya karya tulis yang bermanfaat, tertama dalam bentuk buku.  Bila kita hendak terjun ke dunia literasi khususnya kepenulisan sehingga kelak punya buku karya sendiri, maka paling tidak kita mesti memahami sekaligus memiliki beberapa modal penting sebagai berikut:  Pertama, Bangun niat dan kuatkan tekad. Niatkan saja bahwa kita mesti punya karya tulis terutama buku karya sendiri. Bangun itu dengan tekad yang kuat. Semangat dan motivasi yang terus terjaga.  Bila ada lintasan malas dan ragu maka langsung diobati kembali dengan membangun niat dan tekad. Kita percaya diri dan optimis bahwa kita bisa menulis. Termasuk menulis buku. Terus bangun kesadaran dalam diri bahwa mesti menulis buku. Pokoknya harus menulis buku. Percaya bisa dan optimis bisa!   Kedua, Banyak membaca. Musim media sosial yang semakin menjamur seperti saat ini...

MENULIS ITU MENIKMATI KERAMAIAN! 

Gambar
SEMUA tulisan saya terbuka untuk dibaca, dikritik dan dibantai sekalipun. Oleh siapapun tanpa batasan ras, agama, kelamin, profesi dan latar sosial apapun. Pejabat negara, politisi, akademisi dan preman pun boleh baca.  Maklar anggaran juga boleh membaca tulisan saya. Termasuk bila ada wartawan palsu, kaki tangan pejabat, dan siapapun itu, boleh membaca tulisan saya. Tak ada larangan dan batasan. Justru bagus bila rajin membaca. Menambah kosa kata dan perspektif.   Bahkan saya secara pribadi dihina dan dicaci maki pun karena tulisan saya atau setelah membaca tulisan saya, bagi saya itu sesuatu yang saya anggap biasa saja. Tak marah dan tak tersinggung sedikitpun. Malah bahagia. Tambah bahagia!  Sebab saya percaya bahwa saya tak bertambah mulia karena dipuji orang, dan tak menjadi terhina karena dihina orang. Kemuliaan dan kehinaan itu tak bisa diukur oleh stigma satu kelompok orang, atau bahkan oleh seseorang yang punya sikap dan jiwa angkuh sekalipun. ...