AHMAD AMILUDIN, SOSOK PENGHULU DAN GURU PEJUANG
SAYA mengenalnya sejak kecil hingga saat ini. Kebetulan rumahnya berjarak tak terlalu jauh dengan rumah saya. Hanya sekitar 30-an meter. Rumah saya dengan rumahnya berhadap-hadapan bersebelah depan berjarak satu rumah, di seberang jalan raya. Dulu ia menuntaskan pendidikan formal di Cereng (NTT), Bima dan Mataram. Bima dan Mataram adalah dua kota di NTB. Dengan begitu ia pun memahami beberapa adat istiadat dan budaya. Bukan satu daerah tapi banyak daerah. Termasuk memahami beberapa bahasa daerah seperti Manggarai, Bima dan Sasak. Pengetahuannya pun tentu saja luas. Kekayaan pengetahuan semacam itu sangat ditopang oleh jurusan yang ia tempuh pada saat ia kuliah di Universitas Muhammadiyah Mataram beberapa tahun silam, tepatnya jurusan pendidikan geografi. Jurusan ini, sebagaimana jurusan yang diampuh di semua Universitas Muhammadiyah di banyak kota lainnya, tentu sukses mendidik dan melahirkan alumni yang tidak saja cerdas pada moral tapi juga cerdas pada ilmu pen...