Postingan

TERIMA KASIH MUHAMMADIYAH 

Gambar
DALAM hitungan kalender masehi, tepat pada tanggal 18 November 2019, Muhammadiyah tepat berusia 107 tahun. Atau dalam hitungan hijriyah kini Muhammadiyah tepat berusia 110 tahun. Bisa dikatakan, siapapun penghuni negeri ini pasti mengenal organisasi yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan ini. Bagaimana tidak, sejak didirikan organisasi yang kini diikuti hampir 40-an juta ini sudah banyak berkiprah dalam berbagai aspek dan dimensinya. Judul di atas sengaja saya ketengahkan pada tulisan kali ini karena beberapa alasan mendasar. Pertama, dalam konteks sejarah bangsa dan negara, Muhammadiyah turut merumuskan dasar negara, mempersiapkan kemerdekaan Indonesia dan mengisinya dengan berbagai peran penting, serta menebar baktinya bagi keutuhan dan kemajuan bangsa dan negara Indonesia. Adalah Pakar Sejarah asal UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Azyumardi Azra (2016) pernah mengatakan bahwa Muhammadiyah merupakan organisasi keagamaan paling besar di dunia yang memiliki peran besar dalam membangu...

MENULIS TANPA 'PRETENSI'

Gambar
Menulis lebih dari 20 buku dan ribuan artikel ilmiah populer baik di media mainstream maupun media daring (sosial), tentu sebuah debut dan prestasi intelektual yang fenomenal dan spektakuler. Hanya individu dengan 'stamina literasi prima', yang bisa mencapai level itu. Syamsudin Kadir, putera asli dari Cereng, Kec. Sano Nggoang, dalam usia yang relatif muda, sudah berhasil masuk dalam barisan pribadi yang 'mengukir karier kepenulisan' yang mengagumkan. Dengan capaian sehebat itu, saya berpikir, Syamsudin layak didapuk sebagai salah satu 'penggerak literasi' terdepan untuk Kabupaten Mabar. Kiprahnya di dunia literasi, mengundang decak kagum. Dari sisi produktivitas, saya kira Syamsudin, sulit ditandingi oleh para penulis muda lain di Mabar ini. Apa rahasia atau resep di balik prestasi itu? Secara pribadi, saya belum terlalu 'mengenal riwayat kepenulisan beliau hingga bisa menjadi penulis produktif saat ini. Akan tetapi, saya selalu membaca 'goresa...

SEGERA TERBIT BUKU BARU BERJUDUL "DREAM, LIFE and LOVE" 

Gambar
Coba deh bikin target. Pokoe bulan Desember 2019 wajib punya buku karya sendiri. Maksudnya karya terbaru. Judulnya: "DREAM, LIFE and LOVE". Ingat, pokoe kudu terbit. Terus bikin plan. Ya rencana gitu deh. Mau menulis apa aja. Kalau tema-tema how to ya bagus tuh. Asal masih dalam bingkai "DREAM, LIFE and LOVE". Aku mesti fokus, tentu saja. Setiap hari mesti ada karya tulis. Tulisannya ditampung dalam file khusus. Aku mesti sungguh-sungguh, berkorban dan serius. Di sini tak boleh ada alasan untuk berhenti atau malas. Kecuali ajal kematian tiba. Ingat, tak boleh sibuk membuat alasan tuk malas. Lebih baik sibuk membuat alasan tuk rajin dan telaten menghasilkan karya tulis. Ingat, aku mesti aksi nyata alias menulis setiap hari. Manfaatkan waktu sore hari. Boleh juga tuh. Atau pagi hari juga asyik. Tepatnya dini hari. Jam 2 sampai 4 pagi. Intinya sebelum subuh. Kan lumayan sepi dan udaranya masih sejuk. Pastinya bisa menulis banyak hal. Asal masih dalam bingka...

BELAJAR KEPADA SANTRI ASAL JEPANG

Gambar
Ahad 8 September 2019 adalah salah satu hari yang sangat berkesan bagi saya. Mengapa? Sedikit cerita, kali ini, ya hari ini saya mendapat jadwal mengajar di kelas 7 dan 8 SMP Tahfiz (Putra) Pondok Pesantren Al-Bahjah, Kabupaten Cirebon-Jawa Barat. Karena jadwal mengajar lumayan padat, tepatnya mulai pukul 13.00 hingga 16.30 WIB, kali ini saya benar-benar lelah. Sebab sejak paginya menjelang berangkat ke tempat mengajar, saya sudah dilelahkan oleh berbagai naskah beberapa penulis yang mesti saya baca dan edit hingga tuntas. Namun, kelelahan saya terbayar lunas. Sebab kali ini, setelah mengajar di kelas 7, saya mengajar di kepas 8. Di kelas ini saya mengajar mata pelajaran IPS, dan PKn dan Bahasa Indonesia. Setelah pelajaran IPS dan PKn selesai, saya pun langsung mengajar Bahasa Indonesia. Kali ini, saya mengenalkan ke para santri perihal orientasi dan tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia. Sebagai pemantik pembelajaran, saya pun berinisiatif untuk membuat simulasi praktik menul...

TERIMA KASIH BANYAK PASTOR MARSEL AGOT

Gambar
Awal Oktober 2019 lalu aku mendapat kesempatan untuk pulang ke Labuan Bajo, Manggarai Barat atau Mabar. Kali ini aku pulang untuk silaturahim dengan keluarga besar, sekaligus mengamini hasratku selama ini untuk berkunjung atau melihat kampung halaman. Walau hanya beberapa hari, sekitar 4 atau 5 hari di Mabar, aku sangat bersyukur karena kali ini aku bisa silaturahim dengan keluarga besar dan banyak tokoh di Mabar. Baik pejabat pemerintahan dan politisi maupun tokoh agama dan masyarakat. Salah satu tokoh yang aku kunjungi adalah Pastor Marsel Agot. Karena kondisi kesempatan beliau waktu itu agak kurang sehat, akhirnya kunjungan ke beliau sekadar sampai di depan rumahnya saja. Aku sangat memaklumi, karena beliau memang memiliki begitu banyak aktivitas. Setelah aku kembali ke Jakarta lalu ke Cirebon, beliau pun menghubungi aku lewat media sosial. Beliau menceritakan banyak hal, dari hal-hal yang sederhana hingga hal-hal yang besar. Termasuk informasi seputar aktivitas beliau yan...

MENULIS ITU MUDAH, ASYIK, MENYENANGKAN DAN BIKIN KETAGIHAN 

Gambar
Ada begitu banyak yang bertanya kepada saya seputar bagaimana menulis. Bukan saja bagaimana memulainya tapi juga bagaimana memastikan sebuah tulisan dibaca orang. Saya sendiri sebetulnya baru mulai belajar menulis. Jadi saya bukan orang yang berpengalaman banyak dalam dunia kepenulisan. Namun selama ini saya selalu berupaya agar setiap orang yang baru kenal dengan saya, orang yang mengajak saya ngobrol santai dan siapapun yang menurut saya potensial menjadi penulis apapun profesinya, kelak punya karya tulis. Kalau bukan buku, minimal artikel bebas. Tentu yang lebih seru adalah punya buku karya sendiri. Kalau saya korek lagi pengalaman selama ini, paling tidak ada beberapa hal penting yang saya jadikan sebagai kunci penting. PERTAMA, Mulai dari hal-hal sederhana. Menulis tak usah langsung ke masalah-masalah serius dan butuh teori segala. Tulislah hal-hal sederhana. Mulailah menulis hal-hal sederhana yang setiap hari kita alami, rasakan, saksikan, lihat dan sebagainya. Hal-...

SYAMSUDIN KADIR; PENULIS DAN GURU DARI CERENG, MABAR 

Gambar
Jam 03.40 dini hari. Rasanya pendek waktu untuk terus asyik ngobrol dengan penulis produktif yang sekaligus seorang guru di Cirebon berasal dari Kampung Cereng, Desa Golo Sengang, Kecamatan Sano Nggoang, Manggarai Barat. Nana Syamsudin Kadir. Sementara Nana Achyar Abdurrahman sudah on off di sofa. Tidak tahan ngantuk. Kampung Cereng itu dekat Sano Nggoang. Saya belum sampai ke kampung itu. Hanya sampai Sano Nggoang. Tetapi lewat obrolan dengan penulis itu rasanya sudah akrab dengan kampung tersebut. Perjumpaan dan obrolan yang asyik diakhiri dengan penyerahan dua buku karya penulis yang sekaligus punya usaha percetakan atau penerbitan ini. Saya bangga, rahim Kampung Cereng di Manggarai Barat ini melahirkan penulis hebat ini. Tidak hanya itu. Yang bikin saya bangga juga tokoh muda dari Cereng itu memainkan peran penting juga di Cirebon. Bang Kadir, begitu dia akrab disapa di Cirebon, Jawa Barat, adalah Direktur Eksekutif Mitra Pemuda sejak 2010 sampai sekarang, dan Penggiat Ma...