Postingan

MENJADI TEMAN YANG TAK MENYANDERA

Gambar
Memiliki teman adalah keistimewaaan tersendiri dalam kehidupan kita. Terutama di saat fenomena kehidupan dunia semakin menggeliat, keberadaan teman menjadi niscaya. Bukan saja tempat kita untuk berbagi cerita dan cita-cita, tapi juga berbagi senyuman dan tawa. Bahkan untuk hal-hal sederhana yang kerap kita lalui sehari-hari. Pertemanan pun terlihat dan terasa lengket. Karena kita terus memupuk atau menumbuhkannya dalam berbagai macam cara. Kadang janjian bersua di sebuah tempat, berkunjung ke toko buku, berbincang santai di rumah, saling mengunjungi, menjenguk di saat sakit, hadir di saat akad nikah, dan bisa jadi membantu mencarikan jodoh untuk teman kita. Lalu, bisa juga dengan memudahkan urusan atau kebutuhan hidup sang teman. Memompa semangatnya, mendoakan dan membangun optimisme bahwa teman kita bisa menjadi yang terbaik. Bahkan bisa melakukan hal-hal penting dan besar bagi diri, keluarga dan siapapun yang mendoakan dia dalam sepi. Berteman memang kebutuhan kita sampai kap...

MEMBANGUN KELUARGA PEMBACA BUKU

Gambar
Hiruk pikuk di luar rumah sejatinya hanyalah selingan kecil bagi kehidupan kita. Sementara di dalam rumah adalah aspek pertama dan utama dalam kehidupan kita. Sebab tanggungjawab besar kita dalam berbagai aspeknya sangat ditentukan oleh kualitas kita di lingkungan keluarga atau rumah. Sebagai orangtua, kita perlu memastikan diri kita sebagai orangtua pembelajar. Orangtua yang terus menerus belajar meningkatkan kualitas diri agar mampu dan sukses menjalankan peran secara maksimal dalam berbagai aspeknya, terutama dalam melakoni kehidupan rumah tangga. Baik dalam menggapi hak maupun dalam menunaikan kewajiban kita. Dengan demikian, anak-anak kita juga punya pemahaman yang sama bahwa mereka mesti menjadi anak-anak pembelajar. Yaitu anak-anak yang terus menerus belajar tentang banyak hal, termasuk untuk membaca berbagai judul buku. Sekadar memantik, Fauzil Adzim dalam bukunya "Saat Berharga Untuk Anak Kita" (2009) mengutip sebuah pepatah populer. "Historia vitae ...

SURAT CINTA UNTUK MAHASISWA

Gambar
Membincang tentang mahasiswa memang tak ada habisnya. Baik sukanya kita maupun bencinya kita kepada mereka. Karena mereka memang berbeda. Usia mereka muda. Pikiran mereka sederhana. Mereka tak suka yang rumit. Semuanya sederhana. Juga ada cinta yang menggelora. Untuk Indonesia yang mereka cinta. Hari-hari ini adalah hari dimana mahasiswa muncul di berbagai stasiun TV dan media massa. Begitu banyak latar dan pesan dari setiap episode mereka muncul di ruang publik semacam itu. Semuanya punya dampak, kesan dan makna tersendiri. Itulah mahasiswa. Nama untuk pejuang ilmu dan amal, cita-cita dan perjuangan. Salah satunya termanifestasi dalam satu kerja besar: aksi mahasiswa. Foto-foto ini hanya sebagian sisi dari banyak sisi aksi mahasiswa yang aku maksud. Di sini ada banyak pesan yang bisa diungkap. Bahwa lelah dalam perjalanan dan panas di tengah banyak orang, tak boleh menghilangkan rasa peduli kepada sesama. Mungkin ada yang sakit, ada yang terluka, ada yang kelaparan dan ada yan...

MAHASISWA MELAWAN MALING RADIKAL ALIAS TERORIS APBN?

Gambar
Baguslah, mahasiswa bersuara lagi. Biar engga adem-adem aja. Yang jadi tersangka kasus korupsi atau yang dapat cipratan dana hasil korupsi APBN tak mungkin ikut aksi atau minimal tak suka dengan demo mahasiswa. Kecuali yang mau cari sekaligus pamer muka, atau biar dianggap anti korupsi, pasti ikutan aksi juga. Uniknya, konten aksi mahasiswa kali ini beragam. Ada yang pro KPK, ada yang kontra. Ada yang pro DPR, ada yang kontra. Ada yang pro presiden, ada yang kontra. Sampai-sampai ada juga yang mengatakan mosi tidak percaya ke DPR. Seru dan ramai tentu saja. Tapi ingat, mosi tidak percaya ke DPR-nya, ke semua anggota DPR ya. Termasuk senior kalian di kampus atau organisasi dulu. Karena seluruh anggota DPR itu sama. Tak ada yang spesial. Semua sama-sama dipilih oleh rakyat secara langsung. Kalian juga mesti konsisten dengan sikap kalian. Karena sudah tak percaya dengan DPR, mestinya kalian jangan menagih janji kepada DPR lagi. Kan kalian sudah tak percaya dengan salah satu cabang...

MENAGIH JANJI DAN PERAN PARA POLITISI

Gambar
PAKAR politik ternama Robert A Dahl (Polyarchy : Participacion and Opposition, 1971), pernah mengungkapkan, ketika demokrasi sebagai sebuah keharusan maka dimensi politik yang sifatnya generik yakni partisipasi dan kompetisi akan begitu menyeruak. Mengamini Robert, konteksnya dengan dinamika pasca Pemilu yang baru saja berlalu, saya memahami bahwa gegap gempita rakyat pada proses politik (demokratisasi) dan pasca-nya mengandung persoalan serius. Di satu sisi merupakan wujud sukses demokrasi, pada sisi yang lain sekaligus wujud gagalnya. Sukses, sebab kesadaran kultural muncul begitu rupa. Bahwa politik bukan lagi hanya hak kolektif semata—yang dalam hal ini dikoordinasikan elite melalui mekanisme partai politik (Parpol)—tapi juga hak individualistik (orang). Dengan demikian, partisipasi dalam politik tidak lagi hanya pekerjaan elite Parpol tapi juga menjadi pekerjaan masing-masing individu.  Sebaliknya, gagal, sebab sebagian rakyat hanya mencukupkan dirinya sebagai “pe...

KORUPTOR SEJATI PASTI RADIKAL DAN ANTI PANCASILA 

Gambar
Kasus korupsi yang menimpa Imam Nahrawi memang mengagetkan banyak pihak. Ini tentu membuat isu korupsi di Indonesia semakin hangat dan layak dikaji secara mendalam perihal pola dan biangnya. Termasuk ideologi para koruptor yang sebenarnya. Apakah Pancasila atau malah sekadar menumpang beken di balik nama Pancasila? Status tersangka yang menimpa Imam Nahrawi di saat ia menjabat sebagai Menpora memang mendapat perhatian semua elemen. Sebab ia sangat dekat dengan Presiden. PKB, Parpol di mana ia berasal pun mendukung secara penuh Presiden Jokowi pada hampir semua kebijakan. Selain itu, Nahrawi kerap menentang upaya dari siapapun yang merusak keutuhan NKRI. Termasuk praktik korupsi yang dianggapnya merusak alias merongrong moral bangsa. Tapi kini Nahrawi malah tersangkut kasus korupsi. Lalu, moralitas apa yang dimaksudkan selama ini? Begitu salah satu pertanyaan yang muncul dalam benak kita. Walau sudah tak menjadi Menpora lagi, karena beberapa hari lalu ia sudah mengundurkan diri,...

GENERASI CERENG, OPTIMISME YANG SELALU MEMBARA

Gambar
Sebelum Indonesia merdeka 1945, Kampung Cereng sudah berkontribusi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk Indonesia. Kontribusi SDM yang dimaksud adalah berdirinya Sekolah Dasar Katolik Cereng pada tahun 1925. SDK Cereng tempat orang menimba ilmu yang bukan hanya masyarakat Cereng tetapi orang luar pun datang sekolah di sekolah tersebut. Misalnya masyarakat Hamente Matawae secara umum, Kempo (Werang) dan dari Golo Mori. Mengingat derah-daerah tersebut belum ada Institusi pendidikan sebagai tempat belajar. Secara histories Generasi Cereng bangkit karena ada jalan cerita masa lalu bahwa Cereng sebagai pusat peradaban waktu itu (sekolah). Tetapi hari ini bukan hanya soal history tetapi kami memiliki kesadaran  secara kolektif  begitu pentingnya dunia pendidikan untuk sebuah kemajuan. Selain cita-cita kemajuan tentu cita-cita keilahiyaan lah yang membuat Optimisme makin membara (Surat Al Alaq dan Al Mujadalah). Jika generasi terdahulu, Kota Ruteng dan Bima menjadi d...