Anak adalah anugerah terbaik dari Allah untuk kita. Ia semakin spesial karena pada faktanya tak sedikit pasangan suami-istri yang belum atau tidak mendapatkan keturunan. Nikah lama atau cepat ternyata tak serta merta mendapatkan anugerah ini. Coba bayangkan saja, tak sedikit orang yang berlimpah harta, menjadi pejabat di instansi, manajer pada perusahaan tertentu dan pokoknya orang penting di banyak lembaga. Harta tentu saja banyak. Mobil dan motor parkir di halaman khusus. Saldo rekening pun ada di banyak bank. Mungkin juga punya kontrakan rumah, mobil sewa, dan masih banyak lagi. Itu semua tentu bakal membuat bahagia. Semua kebutuhan hidup terpenuhi bahkan melimpah. Suami ingin apa saja pasti istrinya penuhi. Begitu juga sebaliknya, istri mau apa saja pasti suaminya bakal penuhi. Serasa sempurna hidupnya. Mereka jalan-jalan ke luar kota pun itu urusan gampang. Bahkan urusan keluar negeri bukan soal. Itu sangat mudah dan mau kapan saja bisa. Tinggal pencet tombol, uang langsun...
MENULIS adalah tugas sejarah. Begitu ungkap sebagian para bijak. Ia berpijak pada nilai dan prinsip keluhuran. Bahwa idealisme tak boleh terhempas karena realitas yang kadang absurd. Sebab tak sedikit yang terjebak pada hal semacam itu. Sesuatu yang penuh dengan kepentingan dan selera sesaat. Walau secara teknis konten tetap memadukan antar idealitas dan realitas, namun itu tak berarti meleburkan kejelasan tujuan pada syahwat pragmatisme. Dalam konteks itulah dibutuhkan apa yang disebut dengan adaptasi atau kontekstualisasi. Konsistensi dan kesetiaan pada perspektif semacam itu bukan saja berat tapi juga penuh godaan. Sebab di sini bukan lagi soal melahirkan kata-kata atau tradisi menulis yang bisa jadi bisa dilakukan oleh siapa saja, tapi juga substansi ide dan narasinya. Sejarah adalah pergulatan ide dan ide, narasi dan narasi, serta teks dan teks juga latar belakang dan konteksnya. Maka literasi tak melulu soal jumlah kata dan akumulasi produksi dokumen dalam bentuk buku ...
HARI ini Sabtu 16 Mei 2020 pukul 09.00-12.00 WIB saya didaulat menjadi fasilitator pada acara "Motivasi Kepenulisan" untuk kalangan Santri dan Santriwati di Pondok Pesantren Modern al-Muqoddas, Tukmudal, Cirebon-Jawa Barat. Berita baiknya, pondok ini tidak meliburkan Santri dan Santriwatinya pada saat yang lain diliburkan. Walau begitu, siapapun tidak sembarangan bisa masuk ke pondok ini. Pintu gerbang dijaga ketat oleh satpam pondok. Sehingga lingkungan pondok bebas dari dugaan adanya Covid-19 yang bebberapa bulan ini menjadi momok yang menakutkan di seluruh dunia. Pondok ini sendiri tergolong sangat baru. Berdiri sejak 2015 yang lalu. Walau begitu, namanya sudah tersebar ke mana-mana. Bukan saja di Cirebon dan Jawa Barat, tapi juga selainnya. Santri dan santriwatinya pun berasal dari berbagai kota atau daerah di Indonesia. Tradisi berbahasa Arab dan Inggris merupakan tradisi unggulan di pondok yang diasuh oleh KH. Ahmad Aidin Tamim, S.Pd ini. Sehingg...
Komentar
Posting Komentar